Kamis, 05 April 2012

Hujan

Hujan dimalam hari telah memberikan ku sebuah arti tersendiri. Bahwa aku harus menjadi orang yang lebih sabar dan bisa mengendalikan emosi. Contohnya sabar menghadapi sinyal yang amat sangat ga bagus. Hujan juga menyadarkan ku bahwa,tidak hanya langit yang menangis. Tetapi juga hati ku yang menangis karna cinta yang hanya memiliki satu sisi. Sisi yang hanya ada di aku,tetapi tidak ada di kamu.
Hujan membuat udara menjadi dingin. Tapi tak sedingin suasana hubungan antara aku dan kamu yang tak lagi seperti dulu, yang tak lagi menyatu, yang tak lagi bisa dipersatukan. Dinginnya suasana saat hujan bisa ku atasi dengan memkai baju hangat atau selimut. Tapi..dinginnya suasana hati mu saat hubungan kita yang tak lagi terjalin lembut,hanya bisa ku atasi dengan mencoba agar tetap tegar. Walau hati kan terus meneteskan air yang tidak di inginkan.
Tak ada yang mengerti dengan suasana hatiku saat ini. Mungkin,kalo kamu tersadar akan rasa sayangku yang masih ada untukmu,kamu akan pura-pura tidak tahu.
Apa yang bisa membuat mu tersadar? apakah hujan akan membuat mu tersadar? aku rasa ia. Hujan AirMata ku lah yang akan membuat mu tersadar.
Sekalipun kamu sadar,mungkin kamu hanya akan merasa iba kepadaku. Aku tak butuh rasa iba mu. Aku butuh kamu yang dulu,kamu yang sayang dengan tulus kepadaku. Kamu yang memotifasi ku,kamu yang mengajarkan ku berbakti pada orang tua. Dan kamu yang menjaga ku disaat aku tertidur ataupun tidak.
Semoga hujan ini bisa membawa kesadaran untuk mu dan aku. Bisa membawa kita ke hubungan seperti saat kita pertama saling mengenal. Disaat kita pertama kali berjumpa. Semua akan terjawab pada saat waktunya tiba. Disaat kita sama-sama mengerti arti cinta sesungguhnya.

Tidak ada komentar: